Kamis, 23 Februari 2012

media audio visual


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Dalam kegiatan belajar mengajar kita melihat adanya dua proses atau kegiatan yaitu proses/kegiatan belajar dan proses/kegiatan mengajar, kedua proses itu seolah-olah tak terpisahkan satu sama lain. Orang menganggap bahwa ada proses belajar tentu ada proses mengajar. Dan kalau kita mendengar istilah mengajar tentu kita akan tahu bahwa guru merupakan sumber belajar, tetapi guru bukan merupakan sumber satu-satunya sumber belajar, walau tugas peranan dan fungsinya dalam proses belajar mengajar sangat penting.
Dengan berkembangannya ilmu pengetahuan , tekhnologi dan perkembangan masyarakat serta budaya umumnya, berkembang pulalah tugas dan peranan guru, seiring dengan berkembangnya jumlah anak yang memerlukan pendidikan. Kita dapat melihat banyak sekali sumber belajar selain  guru dan instruktur, karena terdapat berbagai macam media yang dapat membantu peserta didik dalam pengembangan belajarnya. Di sini akan dijelaskan mengenai media audiovisual dalam proses belajar mengajar.
  1. Rumusan masalah
    1. Bagaimana manfaat media audiovisual dalam proses belajar mengajar?
    2. Apa kelebihan, dan kelemahan menggunakan audiovisual dalam proses belajar mengajar?
  2. Tujuan Masalah
    1. Mengetahui manfaat media audiovisual dalam proses belajar mengajar.
    2. Mengetahui kelebihan, dan kelemahan menggunakan audiovisual dalam proses belajar mengajar.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dan pengirim ke penerima pesan.[1]
Yang dimaksud dengan alat bantu Pembelajaran adalah perlengkapan yang digunakan guru untuk membantu memperjelas informasi yang akan disampaikan, alat Bantu pembelajaran ini di sebut juga alat Bantu mengajar (teaching Aids). Adapun yang termasuk Alat bantu Pembelajaran diantaranya media visual (gambar, foto, poster, dan grafik). Media audio ( radio kaset, MP3, CD, audio), dan media gabungan Visual Audio (computer, TV, Slide, Gambar). Media tersebut dimaksudkan untuk menghubungkan pengetahuan dasar siswa dengan bahan ajar yang akan mereka peroleh dalam Pembelajaran.
B.     Proses Belajar Mengajar
Jika anda bergerak dalam bidang pendidikan dan latihan, baik sebagai guru, dosen, pelatih, instruktur, pengelola, atau bahkan sebagai siswa, mahasiswa dan pihak yang dilatih, barang kali istilah Proses Belajar Mengajar tidak asing lagi. Istilah lain yang sering dipakai adalah Kegiatan Belajar Mengajar.[2]
C.    Klasifikasi dan Karakteristik Media Pembelajaran
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa media pembelajaran itu dapat di golongkan kedalam tiga jenis yaitu :
1.      Media Audio adalah media yang dalam proses penggunaannya melibatkan indra pendengaran sehingga hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata, jika  dilihat dari sifat pesan diterimanya media Audio ini dapat menerima pesan verbal yakni bahasa lisan atau kata-kata dan pesan nonverbal yaitu seperti bunyi-bunyian dan vokalisasi seperti gerutuan, gumam, musik dan lain-lain.
2.      Media Visual adalah media yang hanya melibatkan indera penglihatan. Terdapat dua jenis pesan yang dibuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan non verbal. Pesan verbal visual terdiri atas kata-kata (bahasa verbal) dalam bentuk tulisan dan pesan non verbal visual adalah pesan yang dituangkan kedalam simbol-simbol non verbal visual.
Karakteristik Media visual.
·                     Gambar
·                     Grafik
·                     Diagram
·                     Bagan
·                     Peta
Penyajian Pesan Media Visual Verbal dan Nonverbal
Penyajian pesan media visual verbal dan nonverbal dapat melalui :
o   Buku dan modul
o   Komik
o   Majalah
o   Poster
o   Papan visual
3.      Media Audio Visual adalah media yang melibatkan indra pendengaran dan penglihatan. Dibagi menjadi dua jenis, jenis pertama dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio visual murni, jenis kedua adalah media Audio Visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, opaque, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi unsur suara dan rekaman kaset yang dimanfaatkan secara bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran. Manfaat dan karakteristik lainnya dari media audio visual dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.

D.    Media Audiovisual dalam Proses Belajar Mengajar
Media Audio Visual adalah media yang melibatkan indra pendengaran dan penglihatan. Dibagi menjadi dua jenis, jenis pertama dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio visual murni, jenis kedua adalah media Audio Visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, opaque, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi unsur suara dan rekaman rekaman kaset yang di manfaatkan secara bersamaan dakam satu waktu atau satu proses pembelajaran.





      Media audiovisual murni                                      (layar)                                   (headset)





       (LCD)
Adapun dalam menggunakan media audiovisual adanya kelebihan dan kelemahannya, akan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Kelebihan media audiovisual, memberi manfaat dan karakterisik lainnya dari media audiovisual dalam meningkatkan efektifitas dan efisien prises pembelajaran, diantaranya:
    • Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu
    • Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu dalam waktu yag singkat.
    • Pesan yang disampaikan cepat dan mudah di singkat.
    • Mengembangkan pkiran dan pendapat paeasiswa.
    • Mengembangkan imajinasi peserta didik.
    •  
  2. Kelemahan media audiovisual










































BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dapat diketahui bahwa ternyata dengan berkembangnya tekhnologi sekarang ini, dapat mempermudah para pendidik dalam mengembangkan proses belajar mengajar, sehingga pendidik dapat menyampaikan informasi tepat pada targetnya. Dengan adanya media, peserta didik menjadi lebih terfokus pada informasi yang disampaikan oleh pendidik selain itu juga peserta didik dapat mengetahui kegunaan media itu tanpa di bombing oleh guru mereka pun, sehingga wawasannya lebih luas. Seperti media audio visual yang dapat memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik dan juga menumbuhkan minat motivasi belajar.
Namun terdapat juga kelemahannya sama seperti pad media lainnya yaitu terlalu menekankan pada materi ketimbang pada proses pengembangan materi tersebut, juga sulitnya mengatur jadwal pembelajaran karena terlalu membuang waktu.
B.     Saran
Apabila menemukan kekurangan dari makalah ini baik dari segi isi maupun approachnya, terbuka pintu yang selebar-lebarnya untuk menyampaikan saran yang positif dan kritik yang membangun bagi usaha perbaikan di makalah selanjutnya.







DAFTAR PUSTAKA
Arief.S.Sadiman dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta, Rajawali pers,2008)
Zkiah Darajat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, ( Jakarta, Bumi aksara, 2008)


[1] Arief.S.Sadiman dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta, Rajawali pers,2008), hal 6
[2] Ibid, hal 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar